Selamat Datang di Agent88bet.org, kami hadir sebagai Agen Taruhan Bola, Agen Judi Bola, SBOBET Casino Online dan kami juga menyediakan Prediksi Skor dan Berita Bola

Ini perhatian fifa untuk indonesia

Diposting pada 22/01/2013

judi bola online – Wakil Presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein, berharap agar PSSI bisa segera menyelesaikan berbagai konflik sepak bola yang saat ini marak terjadi di Indonesia. Menurut pria yang berasal dari Jordania itu, dunia sepak bola seharusnya bisa dijauhkan dari segala unsure politik agar proses keberlangsungan olahraga tersebut bisa berjalan dengan baik. Hal itu diungkapkan oleh Pangeran Ali untuk menanggapi keputusan FIFA yang memperpanjang deadline kepada PSSI untuk menyelesaikan sejumlah masalah sepak bola yang terjadi di Indonesia hingga 30 Maret 2013 mendatang. Saat ini, penyelesaian konflik itu telah dilimpahkan sepenuhnya kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

“FIFA memutuskan untuk memberikan PSSI perpanjangan (deadline) dan kami berharap agar ada hasil terbaik yang diperoleh demi kepentingan sepak bola di negara Indonesia,” tulis Pangeran Ali dalam akun Twitter-nya. “Sangat penting bagi kita untuk menyingkirkan politik dari permainan (sepak bola),” ujarnya kemudian. PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga saat ini masih terus bersiteru sehingga sepak bola Indonesia semakin tidak jelas arahnya. Sejumlah pihak menilai, perseteruan itu bukan murni karena urusan sepak bola, melainkan karena ada unsur permainan politik dari beberapa pengusaha besar Indonesia.

Pemerintah pun telah membentuk tim task force untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, kehadiran tim yang diketuai Rita Subowo yang beranggotakan Agum Gumelar, Tono Suratman, Djoko Pekik, dan Yuli Mumpuni itu pun kerap mendapat kritik karena dinilai kutang tergas. Pemerintah dinilai bisa menggunakan wewenangnya yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional No 3 Tahun 2005 untuk menyelesaikan dualisme kompetisi maupun organisasi sepak bola Indonesia. Salah satu caranya adalah membubarkan salah satu organisasi dan kemudian menyatukan klub-klub dalam satu wadah yang diakui FIFA. Namun, salah satu anggota task force, Djoko Pekik, menyatakan, pemerintah tidak bisa begitu saja membubarkan KPSI, yang selama ini dianggap sebagai organisasi tidak resmi. Pasalnya, pemerintah, kata dia, menilai organisasi pimpinan La Nyala Mattalitti tersebut mendapat dukungan dari sebagian besar pemilik suara (voters) yang sah di Kongres Solo.(sumber: kompas.com) – agen judi online

Related Post
X